CONTOH PENYULUH THL, KEPALA BPPSDMP DEDI NURSYAMSI MINTA PENYULUH PNS AGAR PROFESIONAL

CONTOH PENYULUH THL, KEPALA BPPSDMP DEDI NURSYAMSI MINTA PENYULUH PNS AGAR PROFESIONAL

Muaro Jambi, Swarna – Saat melakukan kunjungan ke Jambi kepala Badan Penyuluhan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi memotivasi penyuluh pertanian ketika sedang mengadakan temu penyuluh provinsi Jambi bertempat di UPTD Balai Pelatihan Pertanian. (08/11/2019)

Seorang penyuluh dapat meningkatkan produksi tanaman tanpa harus menunggu bantuan, misalnya bantuan pupuk. Penyuluh dapat menggunakan tumpukan sampah dan korotan yang ada serta sisa tanaman agar dibuat kompos, sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah. Jika tanah subur tetunya produksi akan meningkat, itu baru merupakan penyuluh yang luar biasa.

Dedi mencontohkan bagaimana seorang penyuluh THL dari Sumatera Utara Sutrisno tetap berkarya meskipun tidak mendapatkan gaji seperti penyuluh-penyuluh PNS. Sementara penyuluh senior selalu meminta agar biaya operasional ditingkatkan. Padahal para penyuluh tersebut sudah menerima gaji ditambah dengan tunjangan.
“Pak Dedi saya Sutrisno dari Sumut, saya THL, saya tidak menghiraukan bantuan operasional. Tanpa biaya operasional, tanpa bantuan, saya tetap melakukan pembinaan, mengolah lahan, selain untuk demplot untuk diseminasi teknologi, saya juga mendapatkan hasil sehingga mampu mencukupi kebutuhan hidup yang ada, demikian ungkap Dedi mencontohkan semangat dan kinerja penyuluh meski berstatus THL.

Peserta pertemuan antara kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi dengan penyuluh provinsi Jambi [07/11/2019]

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (07/11) tersebut Dedi Nursyamsi menyampaikan agar para penyuluh meningkatkan profesionalismenya sehingga permalasahan yang ada dilapangan cepat diselesaikan. Penyuluh tidak mesti menunggu instruksi dari atasannya, apalagi seorang penyuluh yang sudah diberikan tunjangan diluar gaji yang diterima.

“Meskinya seorang penyuluh, apalagi sudah diberikan tunjangan dengan grade yang besar, tapi semestinya seorang penyuluh bisa mencontoh penyuluh yang hanya seorang THL, tapi mampu memberikan kotribusi yang luar biasa. Padahal penyuluh tersebut boleh dikatakan tidak mempunyai tunjangan berbeda dengan bapak ibu yang diberikan tunjangan, tapi masih mengeluhkan rendahnya perhatian”, ungkap Dedi.

Lebih lanjut kepala Badan PPSDM Pertanian ini mencontohkan bagaimana penyuluh meningkatkan kapsiatasnya sehingga menjadi penyuluhan yang luar biasa tanpa menjadikan keterbatasan anggaran yang ada. Penyuluh yang luar biasa dapat meningkatkan kapasitanya sendiri tanpa menungggu adanya anggaran peningkatakan profesionalisme. Seorang penyuluh harus mengembangkan dirinya kapapun, dimanapun.

“Mau tidak bapak ibu menjadi penyuluh yang luar biasa?. Maka mari kita menjadi penyuluh seperti pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia, mari kita menjadi penyuluh yang betul-betul mencintai negara kesatuan Indonesia”, terang kepala Badan SDMP.

Penulis : Wahyudi. N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *