GUNAKAN MEDIA SOSIAL UNTUK PEMASARAN ONLINE, BAPELTAN JAMBI LATIH 30 ORANG PETANI MILENIAL

GUNAKAN MEDIA SOSIAL UNTUK PEMASARAN ONLINE, BAPELTAN JAMBI LATIH 30 ORANG PETANI MILENIAL

Muaro Jambi, Oerban.com – Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi lakukan peningkatan scale up petani milenial dengan mengadakan pelatihan berbasis online (e-learning) dengan melibatkan petani pelaku usaha yang ada diwilayah kerjanya. (04/02/2020)

Keseriusan Bapeltan Jambi dalam melahirkan start up baru diawali dengan melatih sebanyak 30 orang petani milenial yang berasal dari Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Jambi. Proses pelatihan sendiri menggunakan metode e-learning, dimana peserta dimasukkan kedalam grup WA, kemudian para peserta tersebut diberikan materi yang berkaitan dengan pemasaran online melalui pemanfaatan media sosial.

Diantara materi yang diberikan antara lain, manfaat digital marketing, desain produk, melakukan branding, serta menyaipakn target pasar melalui strategi pemasaran. Materi-materi tersebut diterima oleh para peserta dalam grup whatsapp secara live chatting.

Pihak Bapeltan Jambi mengatakan bahwa pelatihan seperti ini merupakan langkah antisipatif yang dilakukan Bapeltan dalam menghadapi industry 4.0, dimana pola pelatihan memanfaatkan fasilitas digital.

“Apa yang kita lakukan ini adalah langkah antisipasi sekaligus menjawab tantangan era industri 4.0, dimana kalau dulu pelatihan bersifat konvensional, peserta memperoleh materi melalui tatap muka secara klasikal, maka kini kita lakukan secara digitalisasi”, ungkap kepala Bapeltan Jambi Dr. Zahron Helmy.

Lebih lanjut Dr. Zahron mengatakan bahwa Bapeltan Jambi sudah mempersiapkan perangkat-perangkat untuk pelatihan berbasis digital ini. Semua itu dilakukan untuk memfasilitasi petani-petani maupun penyuluh-penyuluh yang jauh dari lokasi Bapeltan.

“Ini semua kita lakukan guna memfasilitasi teman-teman kita, petani-petani kita yang jauh dari lokasi pelatihan, tetapi bisa belajar menggunakan teknologi dan pola pelatihan seperti ini”, Lanjut Dr. Zahron.

Sementara itu salah seorang peserta, Mulyadi petani millennial dari Kabupaten Kerinci mengatakan bahwa dengan adanya pola pelatihan seperti ini sangat berguna bagi dirinya terutama dalam memasarkan produk-produk yang dimilikinya kepasar yang  lebih luas.

“Saya sangat senang dengan mengikuti pelatihan ini, karena akan memperluas pangsa pasar produk pertanian yang saya miliki. Produk saya adalah kopi, kini sudah merambah keluar provinsi Jambi, bahkan sampai ke Batam. Saya berharap kopi yang kami kelola bersama 90 orang petani mampu menembus pasar internasional”, jelasnya.

Pelatihan ini sendiri dibagi menjadi dua termen, pertama berupa live chatting, kedua berupa presentasi desain produk, branding dan rencana target pasar yang akan dilakukan oleh para peserta setelah mengikuti pelatihan ini nantinya.

Penulis : Tim Medsos Bapeltan Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *