LATIH PENYULUH BERBASIS IT, BAPELTAN JAMBI SIAPKAN SDM KOSTRATANI

LATIH PENYULUH BERBASIS IT, BAPELTAN JAMBI SIAPKAN SDM KOSTRATANI

Muaro Jambi, Swarna – Sebanyak 61 orang penyuluh yang terdiri dari penyuluh provinsi, penyuluh kabupaten, penyuluh kecamatan, petugas Informasi Teknologi (IT), serta widyaiswara Balai Pelatihan Pertanan (Bapeltan) Jambi mengikuti pelatihan berbasis IT yang diselenggarakan selama tiga hari. Selasa (26/11/2019).

Peserta pelatihan berbasis IT ini berasal dari tiga kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yakni kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Sementara dari provinsi Jambi berasal dari kabupaten Merangin dan Kerinci.

Tujuan utama dari kegiatan pelatihan tersebut adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia yang akan menyiapkan data pertanian baik sebagai verifikasi data maupun sebagai updating data yang sudah ada. Hal tersebut sesuai dengan target program 100 hari menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan adanya satu data yang menjadi sumber utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan pertanian.

Kepala Bapeltan Jambi Dr. Zahron Helmy mengatakan bahwa penyiapan SDM ini bertujuan agar nantinya fasilitas yang akan diberikan kementerian pertanian bisa dimaskimalkan, seperti perangkat drone, lcd dan computer. Perangkat-perangkat tersebut nantinya akan digunakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat kostratani ditingkat kecamatan untuk mengverifikasi data dan suplay data kepusat server data yang difamiliarkan oleh menteri pertanian sebagai Agricultural War Room (AWR).

“Tugas Bapeltan adalah menyiapkan SDM nya, agar fasilitas yang akan diberikan nanti betul-betul bermanfaat. Misalnya penggunaan drone bagi pemetaan, maka penyuluh harus mampu mengoperasikan agar potret udara tentang lahan, tanaman dan lainnya dapat dilaporkan secara factual. Termasuk bagaimana petugas di kostratani bisa menyiapkan telekonferen langsung dengan pak menteri nantinya”, jelas kepala Bapeltan tersebut.

Lebih jauh Dr. Zahron Helmy meminta agar peserta betul-betul mampu memaksimalkan waktu pelatihan agar nanti saat pulang dapat mempraktekannya.

Sementara itu Azhari peserta pelatihan mengungkapkan betapa perlu peningkatan kapasitas SDM pertanian ini. Mengingat hampir separuh penyuluh pertanian berusia diatas 50 tahun, sehingga apabila tidak diupgrade maka perkembangan IT ini akan semakin membuat penyuluh terpinggirkan. Hanya ia menghimbau agar proses pelatihan nantinya bisa diikuti dengan baik. Azhari justru mengajak kepada penyuluh yang masih muda agar betul-betul mampu mengikuti kegiatan pelatihan ini sehingga dapat ditransfer kepada penyuluh lainnya yang tidak hadir.

Pelatihan berbasis IT direncanakan akan berlangsung selama tiga hari sejak 26 sampai 28 November 2019. Proses pelatihan sendiri lebih banyak praktek dibandingkan teori. Pemateri berasal dari BBPSDLP, Pusdatin, Widyaiswara Bapeltan Jambi serta nara sumber lain.

Penulis : Hendri. Y

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *