PERTANIAN MENJADI BENTENG TERAKHIR DITENGAH WABAH COVID-19 DAN EKONOMI LESU

PERTANIAN MENJADI BENTENG TERAKHIR DITENGAH WABAH COVID-19 DAN EKONOMI LESU

Muaro Jambi, Swarna – Wabah covid-19 sudah menjadi pandemi, hampir 152 negara melaporkan terjangkit virus yang belum ada obatnya ini. Dari laporan Global Cases by John Hopkins CSSE sesuai peta penyebaran corona tercatat 197.168 kasus dengan korban yang meninggal mencapai 7.905 orang serta dinyatakan sembuh sebanyak 80.840 orang. (03/04/2020)

Ditengah wabah yang masih belum selesai ini, hampir semua sektor mengalami kelesuan. Dalam beberapa laporan yang diolah dari berbagai sumber menyebutkan jika guncangan ekonomi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, Amerika dan China juga mengalami perlambatan kinerja ekonominya.

Sementara itu, dalam paparan prediksi ekonomi Indonesia, menteri keuangan Sri Mulyani menyampaikan skenario normal, berat hingga sangat buruk. Dimana pertumbuhan ekonomi akan tumbuh sebesar 2,3% jika terus mengalami kontraksi sampai 0,4 % hingga akhir tahun, angka tersebut sangat jauh dibandingkan target APBN 2020 sebesar 5%.

Kondisi ini jika tidak disikapi secara mendalam tentu akan membawa Indonesia pada nadir pertumbuhan ekonomi dan akan berdampak pada krisis multidimensi seperti yang pernah di alami tahun 1998. Akan tetapi pemerintah di bahwah komando Jokowi sudah membuat beberapa skema agar Indonesia mampu bertahan, dan kembali surprise.

Salah satu sektor yang menjadi andalan ditengah kondisi ini adalah sektor pertanian. Dari laporan beberapa wilayah, para petani, penyuluh dan leading sektor pertanian lainnya masih berjibaku menyelamatkan produksi pertanian, baik tanaman pangan, palawija, horti, ternak dan komoditi unggulan lainnya.

Beras salah satu petani yang baru saja panen di daerah Bungo, Provinsi Jambi [sumber foto : yudi]

Menteri Pertanian melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi menyebutkan bahwa sektor pertanian akan menjadi benteng pengaman bagi Indonesia ditengah wabah covid-19.

“Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Melalui 3 pilar penyuluhan, pelatihan dan Pendidikan kami terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor. Petani tetap bekerja dan tetap tanam, Penyuluh Pertanian tetap beraktivitas dalam Gerakan Kostratani melalui online system, Dosen dan Widyaiswara tetap memberikan pengajaran dan pelatihan melalui metode E-Learning. Poktan dan Gapoktan tetap diberdayakan,” kata Dedi di kantor pertanian Selasa lalu.

Adalah satu yang wajar kenapa pertanian menjadi benteng bagi ketahanan Indonesia saat ini, karena memang hanya sektor pertanian yang mampu bertahan, dan terus bergerak menjaga stok dan ketersediaan pangan. Oleh karena dasar itulah, pihak kementerian pertanian melaui UPT nya di setiap wilayah bertugas untuk menjaga agar petani terus bekerja dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan.

Sebagai satu elemen UPT pusat, Bapeltan Jambi juga turut berperan aktif melalui unit-unit yang dibentuknya. Seperti unit yang berkerja dalam tim kostratani, bertugas untuk memberikan support kepada kostratani dan kostrada yang menjadi wilayah Bapeltan Jambi. Selain itu, unit ini juga bertugas memantau data panen, luas tanam, perkembangan pasar dan ketersediaan sarana penunjang seperti KUR, alsintan, benih dan pupuk yang tergabung dalam kostrawil provinsi Jambi.

Tidak hanya itu, Bapeltan Jambi menindaklajuti instruksi kepala BPPSDMP dengan menyiapkan materi-materi e-learning sebagai bahan untuk melatih penyuluh dan petugas dilapangan guna tetap meningkatkan skill dan pengetahuannya dilapangan. Sementara disisi yang lain ada tim yang terus bekerja untuk optimalisasi peran Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) yang ada di enam provinsi, dan mendorong agar P4S mengkonsolidasikan petani-petani muda yang punya potensi besar untuk membantu sektor pertanian.

Penulis : Hendri. Y

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *