PESAN KEPALA BPPSDM PERTANIAN : JADILAH PENYULUH YANG DISAYANGI DAN DIRINDUKAN PETANI

PESAN KEPALA BPPSDM PERTANIAN : JADILAH PENYULUH YANG DISAYANGI DAN DIRINDUKAN PETANI

Muaro Jambi, Swarna – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi memuji kegiatan penyuluh yang telah dilakukan selama ini. Dedi menyebut penyuluh merupakan Kopassus-nya pertanian namun ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Hal ini disampaikan oleh Dedi dalam acara Pelatihan Penyegaran bagi Penyuluh Pertanian Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) yang diadakan dalam aula Balai Pelatihan Pertanian Jambi. (07/11/2019)

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Kepala Bapeltan Jambi, Puslatan, Karyawan karyawati BPP Jambi dan 65 orang penyuluh yang berasal dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jambi. Dedi mengatakan bahwa langkah pertama yang dilakukan oleh Menteri Pertanian yang baru yaitu pemberdayaan dan penguatan lembaga penyuluh pertanian. Lebih lanjut Dedi berpendapat bahwa seorang penyuluh merupakan otaknya pertanian, jadi Balai Penyuluh Pertanian harus diperkuat, sarana prasarana, ilmu pengetahuan dan teknologi penyuluh juga harus ditingkatkan.

Menurut Dedi penyuluh harus lebih pintar diberbagai aspek dibandingkan petani, berdedikasi tinggi dan harus mencintai negara kesatuan Republik Indonesia. Kata – kata ini dikatakannya berulang kali di depan peserta pelatihan untuk memberikan semangat dan motivasi. “Penyuluh itu merupakan otak dan kopasusnya pertanian, untuk itu penyuluh harus lebih hebat dari petani, berdedikasi dan mencintai NKRI, caranya ya dengan memperkuat Balai penyuluhan, meningkatkan sarana prasarana, ilmu pengetahuan dan teknologi penyuluh”, ujar Dedi.

Pemaparan Kepala BPPSDMP ini menarik antusias peserta sehingga ada beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan. Terakhir Dedi menyampaikan pesan dari Menteri Pertanian yaitu Jadilah penyuluh yang disayangi dan dirindukan petani melalui cara – cara yang luar biasa, profesionalisme dan mandiri.

Penulis : Wahyudi. N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *