POKTAN TANI SUBUR RAUP UNTUNG DARI DURIAN NGANTANG

POKTAN TANI SUBUR RAUP UNTUNG DARI DURIAN NGANTANG

Malang, Swarna – Siapa yang tidak tergiur dengan buah beduri yang memiliki daging lembut, manis dan wangi khas yang menggoda bernama durian. Tak hanya pulau sumatera yang memiliki durian dengan rasa yang menggoda lidah, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur pun memiliki durian khas yang dikenal dengan “durian ngantang”. (11/05/2020)

Untuk para durian mania dimanapun berada, tentu belum lengkap sebelum mencoba durian asal Kabupaten Malang ini. Aromanya begitu menggoda, apalagi rasanya yang maknyuss. Kecamatan Ngantang mempunyai wilayah yang sangat strategis dengan suasana yang mendukung. Dikelilingi Gunung Kelud dan Gunung Kawi, membuat suasana di sekitar Ngantang menjadi dingin sejuk dan terkenal lahannya sangat subur.

Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngantang dibawah koordinator Nur Komariyah berduet dengan Mantri Tani Reni Palupi terus berkolaborasi dengan petani dan kelompok tani untuk menjaga kualitas durian yang dihasilkan petani. Nur Komariyah menyampaikan bahwa “perawatan adalah kunci utama tanaman durian. Berikan ‘sentuhan’ atau pupuk organic plus setiap awal musim hujan, maka hasilnya bisa kita lihat di awal panen raya bulan Maret akhir hingga pertengahan Mei saat ramadhan”. Sementara Reni Palupi juga support pada KWT untuk membuat aneka olahan dari durian. “Sementara ini dijual segar dan Alhamdulillah cukup lancar, sedangkan KWT sudah membuat olahan pia durian dan ke depan akan dikomersialkan” tutur Mantri Tani Kecamatan Ngantang tersebut.

BPP Kecamatan Ngantang bisa memetakan bahwa produktifitas durian tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Tahun lalu produktifitasnya 30 buah per pohon, sedangkan tahun ini 33 buah per pohon. Sehingga ada kenaikan sekitar 9 persen, pencapaian ini adalah kerja keras bersama antara seluruh petugas Penyuluh Pertanian, Mantri Tani dan POPT di Kecamatan Ngantang dengan seluruh petani dan kelompok tani.

Dengan areal sekitar 100 hektar lahan durian yang tersebar di berbagai Desa di kecamatan Ngantang, maka dapat diperoleh bahwa ada populasi 10.000 pohon durian. Dengan produktifitas 33 buah per pohon tiap musim panen per tahun, maka secara akumulatif diperoleh total panen tahun ini adalah sekitar 330.000 buah.

Dengan produksi setiap tanaman rata-rata 33 buah dengan berat 4-5 kg per buah, Suroso, petani durian Montong asal Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang binaan dari Kelompok Tani (Poktan) Tani Subur ini mengaku bisa meraup omzet lebih dari 200 juta untuk setiap musim panen. Iya, menanam pohon durian sebanyak 99 buah di tegalnya 6 tahun lalu, dan hasilnya bisa dinikmati hari ini. Benar ada imbas covid-19, namun semuanya masih bisa dikendalikan. “Daya simpan durian cukup lama, sehingga saya dan rekan-rekan petani bisa mengendalikan harga di pasaran” tutur petani yang focus pada komoditas hortikultura durian itu.

Harga di tingkat petani standar 40 ribu per buah, untuk ukuran lebih kecil bisa lebih murah hingga 25 ribu per buah, untuk yang ukuran besar bisa mencapai harga 65 ribu rupiah. Saat ini masuk periode akhir panen, jadi harga mulai stabil dibanding awal panen pada akhir bulan Maret.

Ternyata dari buah berduri dapat menghasilkan puluhan milyar. Nah, tunggu apa lagi, bagi kalian yang penasaran ingin mencoba rasanya durian montong asal Ngantang, buruan sebelum musim panennya berakhir. (Nur)

Editor : Izatul Janah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *