SIAPKAN ISPO DAN ISO 9001-2015 BAPELTAN JAMBI KOMITMEN JAGA MUTU EKSPOR SAWIT DI WILAYAH KERJANYA

SIAPKAN ISPO DAN ISO 9001-2015 BAPELTAN JAMBI KOMITMEN JAGA MUTU EKSPOR SAWIT DI WILAYAH KERJANYA

Kota Jambi, Swarna – Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi komitmen untuk menerapkan ISPO dan ISO 9001-2015 guna menjawab tantangan dan isu global terhadap budidaya sawit yang sering menjadi polemik dipasar internasional. (18/11/2019)

ISO 9001-2015 sudah dilaksanakan di Bapeltan Jambi termasuk pelaksanaan audit internal, closing meeting, serta beberapa perbaikan. Sementara untuk ISPO masuk dalam Renstra Bapeltan Jambi 2020 sehingga dalam tiga tahun kedepan menargetkan mendapatkan ISPO. Oleh sebab itu diperlukan penyusunan standar dokumen dan segala sesuatunya yang akan mendukung mendapatkan sertifikat ISPO.

ISPO sendiri merupakan kebijakan kementerian pertanian dan saat ini di Jambi sudah banyak perusahaan yang mendapatkan sertifikat ISPO. Guna menghadapi tantangan tersebut Tim bapeltan Jambi mengikuti in house training penyusunan ISPO. Kegiatan berlangsung 18-19 November 2019 dengan jumlah peserta 18 orang ditengah kesibukan peserta dalam kegiatan yang sedang berlangsung di Bapeltan Jambi.

Kasi program dan evaluasi Purnadi mewakili Kepala Bapeltan Jambi mengapresiasi peserta yang telah hadir mengikuti acara in house training. Kasi Program juga mengapreasiasi nara sumber Aris Silalahi yang sejak 2010 mendampingi Bapeltan Jambi dalam sertifikasi yang berasal dari de Guru Consulting.

“Tinggal komitmen untuk menjalankan ISO dan ISPO karena efek pembukaan lahan sawit sehingga menimbulkan efek rumah kaca, serta kurang ramahnya komoditi sawit terhadap lingkungan, sehingga dibuatkan langkah untuk mengatasi persoalan tersebut berupa pelakasanaan standar budidaya yang ramah lingkungan dalam katagori ISPO”, ungkap Purnadi.

Peserta In House Training sedang mengikuti sosialisasi ISPO dan ISO 9001-2015

Lebih lanjut Purnadi mengatakan bahwa isu lingkungan menjadi hal yang sangat serius bagi perkembangan budidaya sawit sehingga memerlukan langkah antisipasi yang tepat berupa penerpan teknologi budidaya sawit yang ramah lingkungan. Salah satu contoh daerah yang telah menerapkan budidaya yang ramah lingkungan adalah provinsi Bali yang melakukan budidaya selaras dengan alam dan lingkungan.

“Guna mendukung program kemeterian pertanian maka diharapkan adanya organisasi lebih profesional agar komitmen melaksanakan ISO 9001-2015 dan ISPO. Semuanya harus bergandengan tangan agar betul-betul terlaksana, implementasinya harus dijaga dengan standar dokumen yang baik. Dan diharapkan agar produksi sawit kita berkualitas untuk di ekspor keluar negeri”, jelas Purnadi.

Penulis : Hendri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *