SINERGISITAS MITIGASI IKLIM, BAPELTAN JAMBI BAWA PESERTA PELATIHAN KE STASIUN BMKG JAMBI

SINERGISITAS MITIGASI IKLIM, BAPELTAN JAMBI BAWA PESERTA PELATIHAN KE STASIUN BMKG JAMBI

Muaro Jambi, Swarna – Usaha antisipasi, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terus dilakukan. Hal terlihat dalam praktek dan kunjungan lapangan yang dilakukan oleh peserta pelatihan mitigasi iklim di stasiun klimatologi Pijoan Muaro Jambi. (07/03/2020)

Kunjungan Lapangan ke stasiun BMKG MUaro Jambi dimaksudkan untuk melihat secara langsung proses dan kerja lapangan sehingga mendapatkan data cuaca, baik tentang lama penyinaran, volume curah hujan, serta prediksi perkembangan cuaca kedepan, sehingga di harapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta pelatihan.

Rombongan Bapeltan Jambi diterima langsung oleh pejabat dari BMKG Stasiun Klimatologi Muaro Jambi Eduardo P. Hutasoit dan Sri Utami Widyastuti.

Dalam kesempatan ini para peserta pelatihan diajak langsung ke taman alat Klimatologi untuk melihat secara langsung dan manfaatnya berbagai alat dan tata cara pengamatan unsur iklim seperti Actinograph Bimetal, Aneometer, Cambell Stokes, Cub Counter Anemometer, High Volume Air Sampler (HV Sampler), Lysimeter, Panci Penguapan (Oven Pan Evaporimeter), Penakar hujan Otomatis (Hellman) dan penakar hujan manual Ombrometer, Pengukur suhu tanah dan lain-lain.  

Acara dilanjutkan di ruangan pemberian materi pengenalan unsur iklim dan cuaca dan pengenalan istilah dan penggunaan informasi prakiraan musim serta melakukan simulasi pembentukan hujan dengan alat yang cukup sederhana.

Binsar Simatupang, selaku widyaiswara Bapeltan Jambi mengatakan bahwa peserta cukup antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dan di harapkan dapat menambah wawasan kepada peserta pelatihan terkait tentang pemahaman cuaca dan iklim  dan informasi prakiraan curah hujan bulanan dan musiman yang kemudian dapat diterapkan dalam merancang pola tanam yang benar di tengah pengaruh perubahan iklim global saat ini.  

Kegiatan pelatihan mitigasi iklim ini dilakukan guna menyiapkan para penyuluh dilapangan agar mampu mengantisipasi, melakukan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim yang  sewaktu-waktu bisa terjadi.

Hal ini sejalan dengan program kementerian pertanian yang disampaikan oleh menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo dimana salah satunya adalah peningkatan produksi dan produkstivitas unggulan. Dan penyuluh pertanian adalah bagian yang diberikan tugas untuk mensukseskan agenda tersebut.

Penulis : Izatul Janah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *