WORKING FROM OFFICE, LABOR KULJAR BAPELTAN JAMBI TERUS KEMBANGKAN BIBIT JAMUR TIRAM UNTUK PROSES PELATIHAN

WORKING FROM OFFICE, LABOR KULJAR BAPELTAN JAMBI TERUS KEMBANGKAN BIBIT JAMUR TIRAM UNTUK PROSES PELATIHAN

Muaro Jambi, Swarna – Pengelola Laboratorium Kultur Jaringan Bapeltan Jambi sedang mengisi waktu WFO dengan memproduksi bibit jamur tiram. Namun produksi tidak sebanyak hari biasanya, hal ini karena sulitnya mencari bahan-bahan yang dibutuhkan mengingat Covid-19. (08/04/2020)

“Kita memproduksi hanya beberapa botol” ungkap Masnun selaku widyaiswara didampingi oleh drh. Linda Hadju.

Setiap tahun Bapeltan Jambi mengadakan pelatihan teknis Budidaya Jamur Tiram baik untuk ASN maupun Non ASN, “Kegiatan yang dilakukan hari ini juga merupakan bentuk kami meningkatkan kompetensi agar pelatihan budidaya jamur tiram kedepannya lebih bermutu” tambah Masnun.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidratlemak dan kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein. Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh.[10] Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.

Dengan kandungan gizi tersebut, selain kegiatan membuat bibit jamur, Bapeltan Jambi juga mengolah hasil panen jamur menjadi jamur krispy, nugget jamur, bahkan kaldu jamur tiram, “Guna meminimalkan penggunaan micin” kata Yunisa Tri Suci menambahkan

Penulis: Lilian S.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *