BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI LAKUKAN UPAYA KHUSUS GUNA OPTIMALKAN LTT BATANGHARI

BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI LAKUKAN UPAYA KHUSUS GUNA OPTIMALKAN LTT BATANGHARI

Upaya Khusus Padi Jagung Kedelei (Upsus Pajale) memasuki masa Musim Tanam (MT) Oktober-Maret (2019/2020) dan MT Aprril- September (Asep) 2020, Balai Pelatihan Jambi melaksanakan Rakor Upsus Pajale Di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Batang hari kegiatan ini bertujuan dalam rangka percepatan  pencapaian target  LTT untuk Kabupaten Batang hari. (18/10/2019)

Kegiatan ini dihadiri Perwakilan Balai Pelatihan Pertanian Jambi yakni  Dr. Joni Jafri selaku penanggung jawab Provinsi Jambi untuk wilayah Bungo, Tebo dan Batang hari  seluruh Kepala BPP di kecamatan Batanghari dan   perwakilan Penyuluh Pertanian. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Batang Hari M. Arif  Budiman. (16/10)

Rakor ini dilakukan untuk melakukan pedampingan sinkronisasi data Luas tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) dan guna untuk merumuskan strategi upsus di wilayah Batanghari.

Pada kesempatan  tersebut Dr. Joni Jafri memberikan arahan bahwa perlu kesadaran dari setiap kepala BPP kecamatan bahwa UPSUS ini adalah tugas kemanusiaan karena pangan merupakan sumber kehidupan dan merupakan program Kementan untuk mensukseskan swasembada pangan, maka dari itu perlu dukungan dari semua pihak.

Evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Pajale tahun 2019 kabupaten Batanghari mengalami penurunan dikarenakan musim kemarau yang cukup panjang sehingga kegiatan pertamanan terhambat, karena lahan kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah dan kendala bantuan Benih  dari Dinas yang belum turun.

Dari kegiatan ini diperoleh kesepatan bahwa Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Batang Hari berjanji agar benih segera turun pada minggu ini  dan  juga disepakati  pencapaian target LTT Batang Hari untuk bulan Oktober ini adalah 1500 ha. Walaupun waktu tinggal 2 minggu tapi semua optimis nahwa sasaran untuk Oktober ini akan tercapai.

Harapan kedepannya juga disampaikan oleh Dr. Joni Jafri bahwa “Kegitan UPSUS Pajale ini kunci adalah SDM disaat diberikan bantuan bibit dan alsintan harus diimbangi dengan perdampingan yang saat ini belum kita lakukan secara  optimal, sehingga PPL yang membimbing petani didampingi oleh teknik pedampingan, sehingga saat Dinas menggelontorkan bantuan baik itu berupa benih atau alsintan bisa eksekusi  dengan cepat  dan  langsung diaplikasikan kelapangan”, ungkapnya.

Penulis : Puji Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *