DITENGAH WABAH COVID-19, PETANI MILENIAL INI BUKTIKAN BAHWA PERTANIAN TIDAK BERHENTI

DITENGAH WABAH COVID-19, PETANI MILENIAL INI BUKTIKAN BAHWA PERTANIAN TIDAK BERHENTI

Pekanbaru, Swarna – Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru merupakan salah satu wilayah kerja Bapeltan Jambi yang memiliki begitu banyak potensi dibidang pertanian. Hal ini dapat kita lihat dari salah satu petani milenial Kota ini yang bernama Reynaldi Agratama atau yang biasa dipanggil Agra. Pemuda yang sedang kuliah jurusan hukum di salah satu universitas swasta di Pekanbaru ini sekarang sedang membudidayakan buah jambu madu. Saat ini sebagian produksi jambu madu beliau sudah masuk ke minimarket – minimarket kota Pekanbaru bahkan sampai keluar kota. (03/04/2020)

“Produksi jambu madu Saya ini sudah masuk ke minimarket bang dan baru 45% produksi pohonnya, kami juga kewalahan memenuhi permintaan dari kota lain seperti Bukittinggi, Padang, Jambi dan Bengkulu apalagi semenjak wabah covid19 ini permintaan akan buah semakin meningkat”, jawab Agra melalui pesan singkat.

Budidaya Jambu Madu milik Agra di kota Pekanbaru

Selain jambu madu, masih banyak lagi usaha budidaya di bidang pertanian yang beliau geluti seperti budidaya cabe rawit, cabe merah timun suri dan berbagai jenis durian mahal seperti musangking serta bawor.

Harapan petani muda ini kedepan adalah bisa menciptakan bibit unggul serta buah yang berkualitas lokal bisa menyaingi buah di Nusantara bahkan menyaingi buah di pasar global. Selain itu dengan usaha yang beliau lakukan diharapkan akan mengubah mindset anak muda sekarang ini, “Dengan budidaya menunjukkan bahwa anak muda tidak harus menunggu tua untuk berusaha di bidang pertanian tetapi bagaimana kita mendobrak semangat anak muda yang susah cari kerja dan dengan begitu kita bisa mewujudkan kesejahteraan bagi petani dan mengurangi angka pengangguran. Negara Indonesia adalah negara agraris yang kaya dengan alam, kebutuhan pangan serta peternakan yang harus bisa kita promosikan kepada dunia”, tutupnya.

Seperti diketahui bersama, petani millenial merupakan salah satu program unggulan dari Menteri Pertanian yang baru Syahril Yasin Limpo (SYL). SYL kerap menyampaikan komitmennya untuk melahirkan 2,5 juta pengusaha milenial sektor pertanian selama 5 tahun kedepan. Supaya dapat merealisasikan hal tersebut Menteri Pertanian akan mendorong pemanfaatan teknologi sehingga menarik generasi milenial, selain itu juga memperbanyak pelatihan ekonomi pertanian menyasar generasi milenial.

Petani millenial adalah petani yang berusia 19 – 39 tahun atau yang berjiwa milenial yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital sehingga tidak kaku dalam melakukan identifikasi dan verifikasi teknologi. 

Penulis : Wahyudi. N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *