PRAKERIN JAMUR TIRAM DI BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI, PARA SISWA SMKN 5 MUARO JAMBI SIAPKAN DIRI JADI PEMUDA TANI MILENIAL

PRAKERIN JAMUR TIRAM DI BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI, PARA SISWA SMKN 5 MUARO JAMBI SIAPKAN DIRI JADI PEMUDA TANI MILENIAL

Muaro Jambi, Swarna – SMK N 5 Muaro Jambi mengikutin prakerin di Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Selama 5 (lima) hari, para siswa dan siswi tersebut akan melakukan kegiatan di Laboratorium Kultur Jaringan Bapeltan Jambi terhitung tanggal 24 s.d 28 Februari 2020.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain mengenalkan proses pembibitan jamur tiram mulai dari penyiapan alat yang dibutuhkan, bahan-bahan baik itu PDA, sampai bahan seperti dedak dan nutrisi lainnya yang diperlukan untuk pembibitan jamur tiram.

Sejauh ini pihak kementerian pertanian memang tengah menggalakkan program Gedor Horti, apalagi jika para pelakunya adalah anak-anak muda. Maka apa yang dilakukan oleh Bapeltan Jambi dengan mengenalkan jamur tiram tentunya akan mempercepat target kementerian, khususnya pada produk-produk sayuran segar.

Persiapan praktek pembibitan jamur tiram di Laboratorium Bapeltan Jambi oleh Masnun selaku Widyaiswara [sumber foto : Lian]

Rangkaian kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari budidaya jamur tiram. Jamur tiram merupakan salah satu primadona di Bapeltan Jambi. Selain kegiatan pelatihan dan prakerin, jamur tiram juga disiapkan untuk dijual baik bibit maupun hasil budidayanya.

“Apa yang kalian dapatkan dari yang kita ajarkan, kalian bisa suatu hari menjadi pengusaha jamur tiram” tambah Masnun yang juga merupakan widyaiswara dan fasilitator pada pelatihan jamur tiram untuk ASN dan Non ASN.

Selain itu, untuk mendukung program Kementrian Pertanian, BPP Jambi terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan pemuda tani.

Di sela penjelasan bagaimana cara pembuatan bibit jamur, baik F0, F1,F2, dan F3, para fasilitator juga memberikan dorongan dan dukungan kepada para siswa untuk serius mengikuti setiap langkah kegiatan.

Bapeltan Jambi menjadi tempat permagangan dan prakerin bagi siswa selama ini, hal tersebut akan memudahkan transfer pengetahuan serta penyampaian program-program kementerian pertanian kepada para siswa, sehingga diharapkan akan mendorong para siswa tersebut untuk tertarik dengan pertanian nantinya.

Penulis : Lilian Safitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *