TINDAKLANJUTI ARAHAN MENTERI PERTANIAN, BAPELTAN JAMBI RUMUSKAN LANGKAH VIA TELEKONFERENCE

TINDAKLANJUTI ARAHAN MENTERI PERTANIAN, BAPELTAN JAMBI RUMUSKAN LANGKAH VIA TELEKONFERENCE

Muaro Jambi, Swarna – Bapeltan Jambi mengadakan rapat terbatas melalui teleconference pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2020. Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Bapeltan, Zahron Helmi ini membahas tentang arahan dari Kepala Badan SDM yang baru saja melaksanakan Rapim A dengan Pejabat dan Menteri Pertanian Republik Indonesia. (29/03/2020)

Dr. Zahron mengatakan ada 3 fokus Kementerian Pertanian dalam menyikapi keadaan yang terjadi sekarang, yaitu yang pertama bagaimana menjaga Kementerian Pertanian mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang kedua dalam menghadapai kondisi SOS Covid 19 sekarang ini maka untuk anggaran difokuskan kepada peningkatan kesehatan, dan yang ketiga tentang pengamanan pangan. Mengenai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), maka Kepala Badan SDM meminta seluruh UPT harus menyelesaikan Berita Acara Serah Terima (BAST) bantuan dan hibah aset dari Kementerian Pertanian pada Pemerintah Daerah (Pemda) terutama yang menyangkut KSTM. BAST dan hibah aset ini merupakan kunci untuk mendapatkan prediket WTP.

Lalu untuk keamanan pangan diminta untuk seluruh UPT untuk mendukung Badan Ketahanan Pangan (BKP) terhadap ketersediaan data dimana sampai saat ini terdapat perbedaan data antara di Simluhtan dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk buruh petani dan petani penggarap. Maka Kementan harus mendukung data di BPS dengan memperbaikinya melalui Kostratani, Kostrawil dan Kostrada agar selalu mengupdate berapa jumlah buruh tani dan petani penggarap karena ini akan menjadi standar penghitungan kebutuhan pangan. Dari hasil pengamanan pangan tersebut maka diambil langkah – langkah strategis oleh Kementerian Pertanian didalam program Safetynet dimana program SOS dijadikan program jangka pendek dimana penyebaran virus Covid 19 ini mencapai puncak pada bulan Mei dan menurun di bulan Agustus.

Yang kedua dari program safetynet merupakan program jangka menengah dimulai dari bulan Agustus 2020 sampai dengan Agustus 2021 bagaimana mencari peluang eksport khususnya perkebunan, peternakan dan hortikultura didorong melalui P4S dan Petani Millenial di daerah Kostratani. Kemudian yang ketiga dari program safetynet merupakan program jangka panjang yakni menggenjot eksport, mempertahankan kemandirian pangan melalui pajale, membangun SDM pertanian, mengendalikan pasar serta membangun mitra kerjasama.          

Bapeltan jambi berkomitmen dalam mewujudkan program programKementerian Pertanian tersebut dengan langkah – langkah strategis yang akan dibahas nantinya secara internal.

Penulis : Wahyudi. N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *